Kamis, 04 Juni 2015

��BALON��



Pada suatu acara seminar yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta.
Tiba-tiba sang Motivator berhenti berkata-kata dan mulai memberikan balon kepada masing2 peserta. Dan kepada mereka masing2 diminta untuk menulis namanya di balon2 tersebut dgn menggunakan spidol.
Kemudian semua balon dikumpulkan & dimasukkan ke dalam ruangan lain.
Sekarang semua peserta disuruh masuk ke ruangan itu dan; diminta untuk menemukan balon yg telah tertulis nama mereka, & diberi waktu hanya 2 menit Semua orang panik mencari nama mereka, bertabrakan satu sama lain, mendorong dan berebut dengan orang lain disekitarnya sehingga terjadi kekacauan.
Waktu 2 menit sudah usai, tidak ada seorangpun yang bisa menemukan balon mereka sendiri. Lalu di waktu berikutnya Sang Motivator meminta kepada Peserta untuk secara acak mengambil sembarang balon dan memberikannya kepada orang yang namanya tertulis di atasnya. Dalam beberapa menit semua orang punya balon dengan nama mereka sendiri.
Akhirnya sang Motivator berkata :
"Kejadian yg baru terjadi ini mirip dan sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, Semua orang sibuk mencari kebahagiaan untuk diri sendiri, mirip dengan mencari balon mereka sendiri, dan banyak yg gagal. Mereka baru berhasil mendapatkannya ketika mereka memberikan kebahagiaan kepada orang lain, mirip Dengan memberikan balon tadi kepada pemiliknya"
Kebahagiaan kita terletak pada kebahagiaan orang lain. Beri kebahagiaan kepada orang lain, maka anda akan mendapatkan kebahagiaan anda sendiri...

Penutup
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberikan wejangan
"Barangsiapa yang membantu seorang mu'min terlepas dari kesusahan didunia, niscaya Allah akan membantunya terlepas dari kesusahan dunia dan akhirat"
(HR.Muslim)

Sabtu, 16 Mei 2015

*POTRET NEGERIKU*



Seorang gembong HOMO, pegiat, pelindung dan pahlawan para bencong dan lesbong di Indonesia dengan percaya diri mendaftarkan diri jadi Komisioner HAM.

Mendaftarkan diri, dan semoga tidak lolos, di tengah heningnya kematian nurani…. Dan kebisingan politik yang sibuk sendiri..

##

Seorang  gubernur mengusung ide lokalisasi dan pelegalan kompleks pelacuran dan penjualan minuman keras.
“orang suci dilarang masuk”. Ujar sang gubernur nyinyir, soal idenya pada lokalisasi tempat maksiat itu.
Seolah yang menolak idenya, adalah orang sok suci dan munafik.

##

Pesta bikini campur baur anak SMA, siswa dan siswi dalam kolam renang,sambil menegak cocktail dan music menghentak ……

Pesta Seks bareng belasan remaja SMP dalam kamar sempit Hotel Melati.

Kedua ‘event’ diwaktu yang sama, tempat yang berbeda. Namun dengan alas an yang sama….
Menghilangkan Kesumpekan Pasca Ujian Sekolah.

##

Profesi Artis dan selebriti yang jadi idola kebanyakan remaja, dan cita-cita kebanyakan anak-anak negeri,
Terbongkar,
Ternyata ratusan dari mereka juga nyambi jadi pelacur kelas kakap, bertarif puluhan hingga ratusan juta.
Demi baju dan tas branded, mobil mewah, liburan ke Eropa, dan gaya hidup Hedonis lainnya.
##
Pelacuran Online yang pelakunya adalah remaja belasan tahun yang sukarela dan bergerak mandiri, bukan di mucikari,
Juga terbongkar,
Dan Ternyata mudah sekali menemukan ribuan Pelacur-pelacur bonsai ini dengan tarif murah meriah,
Seliweran beriklan ala pedagang baju di social media.
Bisa PO, bisa DP, ada testimony,
Bisnis menggiurkan yang Cuma bermodal Gadget…..
Foto….., Upload…..,Klik……., DP………., Ketemuan……, Lunas

##

Innalillah….Beberapa hari ini,  Demikianlah berita yang menghias media…
Menetes air mataku…….

##

“Akan datang suatu zaman dimana orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api” (HR. Tirmidzi)
Yah, Terbayang beratnya anak-anak kita kelak, memegang  “Bara Api”….
Membuatku makin merasa malu….
Menjadi ibu makin jelas, bukan lagi pekerjaan sederhana, bukan lagi pekerjaan sambilan, bukan lagi pekerjaan sisa waktu….
Membanyakkan waktu lapang…Menatap mata mereka….menggenggam jari-jari dan tangan mereka….
Mendengar langsung celotehan mereka ….menjadi kawan…Setidaknya agar mereka tahu,  Kita akan kuat jika kita bersama memegang bara api itu…..sepanas apapun….
Agar mereka…..
Gak malu disebut aneh, karena gak ikut-ikutan pacaran……
Gak malu disebut kuper, Karena gak ikut pake baju sobek seperti orang gila…
Gak malu dibilang cemen, karena gak ikut Nonton film porno bareng….
Gak malu ….menjadi sendirian dalam Kebenaran.

##

Duhai ALLAH…….
Sungguh hanya kepadamu segala doa kami panjatkan
Ketika yang kami harapkan di negeri ini tak bergeming……
Hukum makin buta, Penegak hukum pincang, Politikus sibuk sendiri, Pemimpin cari aman…….
Jadi,

Biarlah kami para ibu akan berteriak di dunia maya, berceloteh di social media, Meski kelak pekikan kami akan disambut dengan tuduhan:

Sok pintar…Sok suci….Sok alim….Sok hebat……

Biarlah…..

Toh itu lebih baik, Ketimbang ‘sekedar ‘diam, karena diam adalah
SELEMAH-LEMAHNYA IMAN….

Dan kami yakin, Iman kami belum selemah itu……

Kami masih bisa  teriak kencang!

Anak kami…. Amanah kami….. Peraturan kami

(yana nurliana, menulis adalah menguatkan iman)


Jumat, 11 Mei 2012

Renungan Jum’at


Saudaraku,
Mari sejenak kita renungkan, bahwa awal dari kehidupan kita Bukanlah Rencana kita dan saat berakhirnya pun bukan keputusan kita, akan tetapi semakin jelas bagi kita bahwa tugas kita adalah menjadikan waktu antara yang awal dan akhir itu sebagai sebuah perjalanan Hidup untuk mengerjakan kebaikan-kebaikan dan amal dalam rangka meraih Ridho-NYA, baik di dunia maupun akhirat.

Semoga tetap bersemangat di hari jum’at dan selalu menebar manfaat, serta tetap menularkan semangat ini kepada sekelilingnya. Aamiin...

Sabtu, 21 April 2012

R.A. Kartini = Perempuan multitasking




     R.A. Kartini adalah sosok perempuan hebat yang telah berhasil mengukir sejarah dengan andilnya menjadikan perempuan terbebas dari kungkungan perbedaan hak dari kaum laki-laki. Terutama hak belajar dan meraih cita-cita. 


     Tentu saja kesamaan hak  tersebut tidak lantas diartikan bebas merebut fungsi/posisi kaum laki-laki. Tapi lebih kepada menjadi mitra kerja bagi mereka, bukan menjadi rival/saingan, malahan menjadi pelengkap untuk menuju kesempurnaan. 


       Sejarah mencatat, hingga sekarang ini sudah banyak kaum perempuan yang mampu berkiprah di berbagai dimensi kehidupan dan memberikan banyak kontribusi positif pada kehidupan masyarakat secara luas.  


       Inilah mungkin yang menjadi cita-cita seorang R.A. Kartini, menjadikan perempuan-perempuan multitasking, mampu mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus pada
saat yang bersamaan
.

     Satu sisi sebagai perempuan yang aktif diluar dan bersosialisasi dengan masyarakat,entah itu sebagai perempuan karir atau aktivis sosial lainnya, di sisi lain tidak melupakan fungsi utamanya sebagai ibu rumah tangga, istri bagi suami dan ibu bagi anak-anaknya.


    Sosok seorang Kartini pun tidak lepas dari andil seorang ibu yang telah melahirkan dan membesarkannya. Seorang ibu yang telah berhasil mendidik dan menumbuhkan karakter hebat sebagai pelopor kebangkitan perempuan. Walaupun andil ayahnya tidak bisa dilupakan.(baca di sini)


    Maka Saudari-saudariku, marilah kita meneladani R.A.Kartini yang inspiratif, dimana dia mampu memberikan ide, menginspirasi dan membangkitkan semangat orang lain, terutama kaum perempuan, sehingga mampu berkreasi dan berkarya. Kreativitas dan karya tersebut diharapkan bisa menghasilkan dampak positif bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.


Pada kesempatan ini, saya ucapkan selamat hari kartini bagi seluruh perempuan-perempuan dimanapun berada. Sebagai sesama perempuan saya berharap semoga kita dapat menjadi perempuan yang mampu multitasking sekaligus bisa tetap menjaga keutuhan keluarga, aamiin...

***


Tulisan ini disertakan dalam giveaway R.A.Kartini : bukan sekedar pelopor pejuang wanita, yang diadakan oleh blog myworldword

Senin, 16 April 2012

BelAjar DaRI UdARa


Alam, selain sebagai tempat tinggal, juga adalah media tempat kita belajar yang diberikan Allah SWT kepada kita. Dari alam seisinya kita dapat menyadari dan merasakan begitu banyak nikmat yang telah diberikan-NYA kepada kita, manusia.

Udara adalah salah satu nikmat-NYA dari alam ini yang diberikan secara gratis (Cuma-Cuma). Benar-benar gratis, karena dimanapun kita berada kita dapat menghirup udara sepuas-puasnya tanpa takut kena denda atau pajak, juga tidak harus bayar rekening tiap bulan seperti air PAM atau listrik.

Satu sifat udara yang umum adalah bisa menekan kemana-mana. Ingat hukum Pascal yang kita pelajari dari SD dulu bahwa udara akan menekan kesegala arah dengan sama rata sesuai dengan tempat yang ditempatinya. Itulah sifat udara yang unik dan fleksibel. Berbeda dengan sifat air yang hanya bisa mengalir (secara alami, tanpa bantuan alat eg: pompa) dari tempat  tinggi ke rendah, udara dapat menekan kesegala arah apalagi ada celah-celah maka dia bisa menerobos dengan leluasa.

Ke-fleksibelan udara ini layak kita contoh dalam hidup di era globalisasi ini, dimana dimensi ruang dan waktu yang sangat luas harus dihadapi. Bila tidak pintar-pintar bersikap, maka kita akan terbawa salah satu arus yang deras.

Beruntunglah manusia dengan karunia Akal dan fikiran yang diberikan-NYA, sehingga mampu mencontoh sifat udara yang fleksibel untuk keselamatan hidupnya. Tidak membebek saja dengan satu pendapat hanya gara-gara banyak orang yang berpihak kesana. Atau ngotot dengan pendapat sendiri padahal sudah nyata-nyata pendapat itu salah. Manusia yang fleksibel akan selalu mencari celah untuk memberikan alternatif terbaik dalam bersikap, tidak harus selalu membeo tapi juga tidak selalu menentang (berseberangan jalan). Tidak perlu gontok-gontokan (anarkhis), tapi kadang-kadang cukup dengan duduk bersama menyamakan suhu berfikir dan menghasilkan keputusan yang mashlahat bagi semua makhluk di alam ini.

Itulah  sikap dan sifat yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah SAW sesuai dengan petunjuk Allah SWT dalam QS 3:159

“.....Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertawakal”

Semoga kita dapat meniti hidup dengan kefleksibelan yang kita pelajari dari “UDARA” dan menjadi insan terbaik dimata-NYA sehingga layak mendapat surga-NYA, Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin....